Jumat, 08 Mei 2015

RESUME KULIAH UMUM SYARIAH ECONOMY FORUM (SEF)


RESUME KULIAH UMUM SYAR5IAH ECONOMY FORUM (SEF)
BEING GLOBAL LEADER IN ISLAMIC FINANCE
(Oleh : Ronald Rulindo. Ph.D)

Ekonomi Syariah adalah salah satu alternatif atau jalan keluar bagi perekonomian yang rumit saat ini. Dalam Ekonomi Syariah tidak diperbolehkan riba, karena penghancur sistem ekonomi adalah riba.
Tujuan diadakannya Ekonomi Syariah adalah Keadilan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial seperti saat ini.
Riba adalah Bunga yang diberikan saat menabung atau berinvestasi tanpa akad dan kesepakatan kedua pihak. Riba menjadi tidak adil dikarenakan dapat menimbulkan bunga.
Fenomena riba :-          Merusak perekonomian-          Menimbulkan rasa malas yang berulang-ulang
Perkembangan Ekonomi Syariah di dunia mulai muncul dan berkembang pada tahun 1960-an di Mesir. karena polemik keadaan politik dan sosial di Mesir, lembaga syariah belum bisa menunjukan eksistensinya di dunia ekonomi sekitar tahun 1970-an barulah berdiri sebuah lembaga perbankan syariah di Mesir hal ini menunjukan walaupun tidak secara langsung dikenal lembaga keuangan syariah tetap memiliki progres dalam mengikuti perkembangan masyarakat.
Setelah Mesir Sistem syariah mulai berkembang masuk ke Dubai, kemudian memasuki Asia dengan tujuan negara berbasis syariah islam yaitu Malaysia dan kemudian barulah pada tahun 1999-an mulai masuk ke Indonesia yang ditandai dengan hadirnya bank Muamalat sebagai Bank Retail pertama di Asia yang berbasis syariah sekaligus pelopor bank syariah pertama di Indonesia.
Bank Syariah mencoba memenuhi system perantara yang berlebihan dengan orang yang kekurangan uang. Pinjaman di bank syariah diperbolehkan tanpa bunga. Dalam bank syariah terdapat 2 cara yaitu Musyawarah dan Mudarabah.
Negara yang tidak meminjamkan uang dengan tidak ada bunga yaitu Arab dan Iran. Global leader bank syariah adalah Dr. Humairda.
Tujuan dari Islamic Financial System :-          Mendorong terjadinya Ekonomi of development-          Pemberantasan kemiskinan dengan cara zakat, wakaf
Jenis financial exclusion atau inclusion :-          Non voluntary exclusion-          Voluntery exclusion
Boosting Economy Development :-          Technical Capacity-          Kemampuan manajerial-          spiritual
Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara titipan dan investasi jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya mem-bungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja si nasabah membutuhkan, maka bank syariah harus dapat memenuhinya, akibatnya dana titipan menjadi sangat likuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Karena pengendapan dananya tidak lama alias cuma titipan maka bank boleh saja tidak memberikan imbal hasil. Sedangkan jika dana nasabah tersebut diinvestasikan, maka karena konsep investasi adalah usaha yang menanggung risiko, artinya setiap kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilaksanakan, didalamnya terdapat pula risiko untuk menerima kerugian, maka antara nasabah dan banknya sama-sama saling berbagi baik keuntungan maupun risiko.Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudian, dimanfaatkan atau disalurkan ke dalam traksaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Hasil usaha semakin tingi maka semakin besar pula keuntungan yang dibagikan bank kepada dan nasabahnya. Namun jika keuntungannya kecil otomatis semakin kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya. Jadi konsep bagi hasil hanya bisa berjalan jika dana nasabah di bank di investasikan terlebih dahulu kedalam usaha, barulah keuntungan usahanya dibagikan. Berbeda dengan simpanan nasabah di bank konvensional, tidak peduli apakah simpanan tersebut di salurkan ke dalam usaha atau tidak, bank tetap wajib membayar bunganya

Rabu, 22 April 2015

Pengertian dan Contoh Kalimat Degrees of Comparison


Pengertian dan Contoh Kalimat Degrees of Comparison


Pengertian Degree of Comparison

Degree of comparison adalah bentukadjective atau adverb yang menyatakan perbandingan. Ada tiga degree of comparison, yaitu: positive, comparative, dan superlative degree.

Macam, Aturan, dan Contoh Kalimat Degrees of Comparison

Positive Degree

Ketika digunakan untuk menyatakan perbandingan, positive degree harus digunakan bersama kata as. Positive degreememiliki bentuk standar tanpa perubahan: big, carefully, difficult, easy, rich, etc.
Contoh Kalimat Positive Degree:
  • The task is not as difficult as you imagine. (adjective)
  • He drives as carefully as my father in the residential area. (adverb)

Comparative Degree

degree of comparisonComparative adjective dan comparative adverb digunakan untuk membandingkan dua hal. Kebanyakannya adjective atauadverb satu suku kata ditambahkan akhiran -er, sedangkan dua suku kata atau lebih diawali dengan kata more. Khusus untuk dua suku kata adjective dengan akhiran -y, akhiran tersebut dihilangkan lalu ditambahkan -ier. Ketika berada di dalam kalimat, degree of comparison ini biasanya ditemani kata than.
Degree of ComparisonContohContoh KalimatComparative Degree
Comparative Adjectivecold-colder, patient-more patient, happy-happierYour heart is colder than ice.
(Hatimu lebih dingin dari es.)
Comparative Adverbfast-faster, gently-more gentlyI run faster than you did.
(Saya berlari lebih cepat dari kamu.)

Superlative Degree

Baik superlative adjective maupunsuperlative adverb berfungsi untuk membandingankan tiga atau lebih hal. Mayoritas satu suku katanya ditambahkan akhiran -est, sedangkan lebih dari satu suku kata diawali dengan kata most. Adapun untuk dua suku kataadjective dengan akhiran -y, akhiran tersebut dihilangkan lalu ditambahkan -iest. Ketika berada di dalam kalimat,superlative degree diawali dengan kata the.
Degree of ComparisonContohContoh Kalimat Superlative Degree
Superlative Adjectivecold-coldest, patient-most patient, happy-happiestYour heart is the coldest of all.
(Hatimu adalah yang terdingin dari semuanya.)
Superlative Adverbfast-fastest, gently-most gentlyI run the fastest in my class.
(Saya berlari paling cepat di kelas.)t

http://www.wordsmile.com/pengertian-contoh-kalimat-degrees-comparison

adverb vs adjectives

adverb vs adjectives

Adjectives

Adjectives describe nouns (things).
  • My dog is slow.
Slow is an adjective since it describes thenoun (my dog).
  • How is my dog? Slow

Adverbs

Adverbs describe verbs (actions).
  • My dog eats slowly.
Slowly is an adverb since it describes the way my dog eats.
  • How does my dog eat? Slowly.

Some adverbs are used to modify anadjective.
Adverbs that do this are: very, extremely, really, totally, absolutely, quite, fairly, well. These are normally placed before the adjective.
  • He is very rich.
  • They are extremely happy.
  • She was totally crazy.
  • My dog is well trained.

Perbedaan antara Adjective dan Adverb

ADJEKTIVE adalah suatu kata yang menerangkan noun (kata benda) ataupronoun (kata ganti)
a. Noun (kata benda)
     - The class is good                    = kelas itu bagus
     - My books are thick                = buku saya tebal
     - This is big building                  = ini adalah sebuah gedung yang besar

      penjelasannya
   
      good menerangkan clausa
      thick menerangkan book
      big     menerangkan building

b. Pronoun (kata benda)

   - he is clever      =  ia pandai
   - she is beatiful   =  ia cantik
   - they are diligent   =  mereka rajin

     penjelasannya

     clever  menerangkan he

     beautiful menerangkan she

     diligent menerangkan   they


ADVERB   adalah suatu kata yang menerangkan verb ,adjective, adverb yang lain atau seluruh kalimat

a. verb (kata kerja)
- he is working hard = ia bekerja keras
- the train run quickly  =  kereta api cepat larinya
- she spaks loudly      = ia berbicara keras


penjelasan

hard        menerangkan  working

quickly    menerangkan  runs

loudly     menerangkan   speaks

7

http://andrianisyafa.blogspot.com/2011/02/perbedaan-antara-adjective-dan-adverb.html?m=1

http://www.grammar.cl/Notes/Adverbs_vs_Adjectives.htm

Rabu, 25 Maret 2015

Conditional Sentences Tipe 1, 2,3

Conditional Sentences Tipe 1, 2,3

Conditional Sentences
You often suppose, right? Also it is
often imply-if, right? Well imply-if it was said to
be a conditional sentence. Conditional sentence
in the English language support is divided into 3
types: possible future condition (condition that
may occur in the future), present unreal
condition (condition that is not possible / not
real now), and past unreal condition (a condition
that is not real / not real in the past).
Into three types above usually called
type 1, type 2, and type 3. For type 1 is also
commonly called a conditional sentence.
Example: if it is not raining, I'll go play futsal
afternoon. So in the example sentence modality
(conditional sentence) there are conditions.
Requirement is that if it is not raining. As for
type 1 and type 2 is said to be a presupposition
sentences that do not fit or do not fit with the
reality of facts, language daily called suppose.
Example:
· If only I had wings. (Fact: I do not have
wings).
· I hope you now by my side. (Fact: you are not
beside me now).
· If only I had enough money, I would have
bought the car. (Fact: I do not have enough
money, and I did not / do not buy the car).
Well the above is included in the type 2 and
type 3. Continues difference what? Want to
know? Curious huh? ^ _ ^ Good meaning if
curious hehehehe .... Later on ya described
below. Patience ya1 ^ _ ^. Keep smiling wrote.
Now we explain the three types above one by
one.

1. Conditional Sentence Type 1
Formula:
IF + S + VERB (PRESENT), S + VERB
(PRESENT)
Or
IF + S + VERB (PRESENT), S + WILL + VERB
Example:
a. If I do not eat breakfast, I always get hungry
during class.
b. If I have the money tomorrow, we can go for
movies.
c. If I have time, I will go.
d. If I have a job, I will marry her.
e. If anyone calls, please take a message.
f. If anyone should call, please take a message.
g. Provided you will not call on me to sing, I will
come.
h. Providing you will not call on me to sing, I will
come.
i. In case Tome comes, we will buy some more
food.
In the example sentence (e) and (f), to both
have a meaning that is not much different. The
difference is added to the word sentences
should (f) means less confident than in
sentence (e). For the words provided, providing,
and said in case has the same functionality with
the word if. The difference is in terms of
meaning. If: if; Provided / providing: so long
as / so long as: Tome might be coming.
Note: if the word was in the middle of a
sentence if there is no comma between the
both. Example:
· If I see him, I will give him a peace of my
mind. (Use a comma)
· I will give him a peace of my mind if I see him.
(No commas)

2. Conditional Sentence Type 2
The second type is called the present unreal
condition (a state that does not fit the current
reality). This type is used to assume something
that is contrary to or inconsistent with the
current situation. If interpreted word if or when
alone.
Formula:
IF + S + VERB (PAST), S + VERB (PAST)
Or
IF + S + VERB (PAST), S + + WOULD VERB
Example:
a. If it were a holiday, we could go. (Fact: it is
not a holiday, and we can not go).
b. I could fly if I were a bird. (Fact: i am not a
bird, so i can not fly).
c. I would buy a car if I were rich. (Fact: i am
not rich).
d. I would marry her if she loved me. (Fact: she
does not love me).
e. If I were a president, I would go around the
world. (Fact: I am not a president).
f. I would be so happy if she Became my
girlfriend. (Fact: she is not my girlfriend).
Note: we do not use the word was but it said
were good for the singular and plural subjects.

3. Conditional Sentence Type 3
The third type is called unreal past condition (a
condition that is not apparent in the past). Type
the two is used to assume anything contrary to
or inconsistent with the reality of the past. The
word also means if any if or if.
Formula:
IF + S + HAD + VERB III, S + HAD + VERB III
Or
IF + S + HAD + VERB III, S + + WOULD HAVE +
VERB III
Example:
a. If I had studied hard, I would have passed the
exam. (Fact: I failed the exam).
b. If I had known the truth, I would have told
you. (I did not know the truth).
c. If the Dutch had not colonized us, Indonesia
would have been a reach country. (Fact: the
Dutch colonized us).
d. If I had seen the movie, I would have told
you. (Fact: I did not see the movie).
Finish! How? Already know about the conditional
sentence? ^ _ ^
Eh .... Do not go outside there is an additional
modality ya TURN WORDS IN SENTENCE IF
SOMETIMES REMAIN THE SAME MEANING BUT
eliminated. Want to know? Let's see the
following example! Oh yes, this pattern is called
inversion (reversal).
Example:
a. If I were you, I would not do that to Were I
you, I would not do that.
b. If I had known, I would have told you to be
Had i known, i would have told you.
c. If anyone should call, please take a message
to Should anyone call, please take a message.
Source :
http://
hanahanamontana.blogspot.com/2012/09/
conditinal-sentence-type-12-3.html

Sabtu, 20 Desember 2014

teori khasus bisnis amoral


TEORI KASUS AMORAL

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etikabiasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika

Mitos Bisnis Amoral

Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.·         Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat.·         Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi).·         Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas.·         Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.·         Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan kelompok masyarakat menghendaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral.

Sumber:http://liasetianingsih.wordpress.com/2011/10/14/bisnis-dan-etika/  http://id.wikipedia.org/wiki/Etika

khasus bisnis amoral


kasus bisnis amoral

Mitos bisnis amoral mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan sama sekali. Bisnis tidak punya sangkut paut dengan etika dan moralitas. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Etika justru bertenatangan dengan bisnis yang ketat, maka orang bisnis tiak perlu memperhatikan imbauan-imbauan, norma-norma dan nilai-nilai moral.Bisnis memang sering diibaratkan dengan judi bahkan sudah dianggap sebagai semacam judi atau permainan penuh persaingan yang ketat.Tidak sepenuhnya benar bahwa sebagai sebuah permainan (judi).Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas.Etika harus dibedakan dari ilmu empiris.Pemberitaan, surat pembaca, dan berbagai aksi protes yang terjadi dimana-mana untuk mengecam berbagai pelanggaran dalam kegiatan bisnis, atau mengecam kegiatan bisnis yang tidak baik, menunjukkan bahwa masih banyak orang dan kelompok masyarakat menghendaki agar bisnis dijalankan secara baik dan tetap mengindahkan norma-norma moral.Contoh kasus bisnis amoral :Perusahaan ATM AS Suap Pejabat Bank BUMN IndonesiaTEMPO.CO, New York - Perusahaan penyedia mesin anjungan tunai mandiri (ATM) terbesar asal Amerika Serikat, Diebold Inc., divonis membayar denda US$ 48,1 juta sebagai denda karena telah menyuap bank pemerintah di Cina dan Indonesia, seperti dikutip situs Reuters, Selasa, 22 Oktober 2013. Perusahaan itu juga melakukan penyuapan di Rusia untuk memperlancar bisnis.  Perusahaan sepakat untuk membayar denda US$ 25,2 juta serta menjalani penundaan kesepakatan tuntutan tiga tahun dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Penundaan itu dilakukan untuk menyelesaikan tuntutan yang muncul karena Diebold melanggar Foreign Corrupt Practices Act antara tahun 2005 hingga 2010.  Perusahaan juga akan membayar US$ 22,9 juta sebagai denda kepada United States Securities and Exchange Commission. Kasus ini membuat perusahaan yang berkantor pusat di Ohio menunjuk satu pengawas kepatuhan independen.  Pemerintah setempat menyatakan, perwakilan-perwakilan Diebold di Cina dan Indonesia mengeluarkan sekitar US$ 1,75 juta sebagai hadiah untuk para pejabat di bank-bank pemerintah guna mempengaruhi kebijakan pembelian mereka.  Menurut United States Securities and Exchange Commission, hadiah itu termasuk perjalanan ke Disneyland, Las Vegas, Paris, dan Bali, dengan alasan pelatihan atau pengeluaran bisnis yang sah.Diebold pun dituding menyuap satu distributor di Rusia sekitar US$ 1,2 juta yang terselubung dalam kontrak melalui telepon. Uang tersebut dibayarkan kepada sejumlah karyawan bank swasta di negara tersebut.  "Pendapatan korporasi tidak bisa ditempatkan di atas hukum, dan penalti hari ini menjelaskan, dengan tegas dan jelas, bahwa tindakan semacam itu tidak bisa diterima," ujar jaksa Distrik Ohio Selatan, Steven Dettelbach.  Departemen Kehakiman menyebut penalti itu mencerminkan kerja sama Diebold mengungkap kasus tersebut. Juru bicara Diebold, Mike Jacobsen, menyebut pengungkapan kasus tersebut sebagai langkah penting bagi perusahaan.  "Penting untuk Diebold mengetahui permasalahan ini, melihat tanggung jawab yang bisa dilakukan, dari investigasi Foreign Corrupt Practices Act," kata dia. Departemen Kehakiman mengajukan persetujuan penangguhan tuntutan dengan pengadilan federal di Akron, Ohio. Sementara itu, United States Securities and Exchange Commission mandaftarkan tuntutan dengan pengadilan federal di Washington D.C.  Persetujuan penangguhan tuntutan memungkinkan suatu perusahaan terhindar dari denda kriminal dengan memenuhi kondisi tertentu. Persetujuan itu bahkan bisa membuat kasus ditutup.  Dalam perdagangan sore kemarin, nilai saham Diebold naik 19 sen menjadi US$ 29,91 di New York Stock Exchange.Kasus di atas salah satu contoh dari kasus bisnis amoral tentang penyuapan terhadap beberapa negara karna untuk mempelancar bisnisnya dalam penjualan mesin atm yang berasal dari amerika serikat, diebold.permasalahan tersebut menimbulkan kerugian yang sangat besar dikarnakan perusahaan diebold harus membayar denda di setiap negara akibat kasus tersebut.oleh karna itu seharusnya perusahaan tersebut tau bagaimana menjalannkan bisnisnya dengan baik  tanpa harus menyampingkan nilai-nilai moral dan etika yang dalam kegiatan berbisnis walaupun di zaman yang modern ini sangat banyak sekali pesaing-pesaing bisnis yang kuat.http://www.tempo.co/read/news/2013/10/23/087523915/Perusahaan-ATM-AS-Suap-Pejabat-Bank-BUMN-Indonesia